Peran nutrisi sangat penting dalam mengembangkan energi atlet dan mencapai puncak prestasi


BANDUNG (Suara Karya): Peran gizi sangat penting dalam mencapai prestasi olahraga dalam kompetisi. Karena dengan asupan nutrisi yang baik, atlet mendapat kalori yang tinggi dalam produksi energi yang tinggi.

Staf Kemenpora menjelaskan pada simposium “Penggunaan Data Antropometrik Atlet dalam Meraih Gizi” yang diselenggarakan oleh PPITKON Kemenpora di The Jayakarta “Memiliki nutrisi yang baik dapat mengembangkan daya tahan yang luar biasa, sehingga atlet unggul dalam setiap pertandingan yang dimainkannya” Wings, Bandung, Jumat (17/17/2011).12/2021.

Manfaat nutrisi dapat mempengaruhi energi atlet dan dapat dimanifestasikan pada pemain sepak bola. Seperti halnya Cristian Gonzalez, pesepakbola kelahiran Uruguay yang dinaturalisasi, ia kini menjadi pemain timnas dengan energi yang lebih baik dari Bambang Pamungkas yang lebih muda.

Di usia 40 tahun, Gonzalez masih memiliki rekor stamina saat memainkan pertandingan 2×45 menit. Sementara itu, Bambang Pamungkas, yang kini berusia 35 tahun, kehilangan stamina dalam setengah pertandingan atau 45 menit.

Hal ini dapat dijadikan contoh tentang pentingnya asupan gizi sejak dini. Karena atlet terpercaya sudah dipersiapkan, program nutrisi juga harus disiapkan sejak usia dini.

Untuk itu, Arsyad mengacungkan jempol kepada Presiden Program PPITKON Edi Nurinda yang menggelar simposium pertama penggunaan data antropometri bagi atlet di Bandung. Melalui pengukuran antropometri, seorang ahli gizi dapat memanfaatkan data antropometrik dalam menghasilkan atlet berprestasi sesuai dengan asupan gizi yang dibutuhkan.

Pada kesempatan yang sama, Mury Kuswari S.Pd, M.Si sebagai ahli memberikan masukan materi dengan topik “Peranan Antropometri dalam Gizi Atlet”. Tujuan pemberian bantuan gizi sangat penting agar atlet memiliki energi dan berat badan yang ideal sebelum tampil dalam suatu pertandingan.

Menurutnya, berat badan atlet sebaiknya dipantau terlebih dahulu dengan program siklus menstruasi. Seorang atlet tidak dapat menyelesaikan pertandingan sepak bola 2 x 45 menit adalah hal yang wajar karena energinya semakin berkurang. Bahkan konsentrasi permainan juga menurun. Ini semua tentang asupan nutrisi yang tidak memenuhi kebutuhan kalori yang dapat menghasilkan gerakan dan kecepatan saat bermain pertandingan di lapangan.

Pola makan seorang atlet harus diukur dan dipantau agar tercipta nutrisi yang berkualitas dalam menghasilkan performa yang optimal. Morey mengatakan ahli gizi juga harus memahami atlet sesuai dengan durasi pertandingan yang akan dimainkan.

Lebih lanjut Morey mengatakan, distribusi nutrisi pada atlet harus dipantau dan diperhitungkan energinya dengan baik. Karena energi atlet harus seimbang untuk menghasilkan kalori dan gerakan yang diperlukan. (Warsawa)