Hengky Silatang: Calon Presiden KONI DKI Jakarta bisa melamar mulai 15 Januari 2022


Jakarta (Suara Karya): Wakil Ketua Tim Penyaringan dan Penyaringan KONI DKI Jakarta, Hengky Silatang membenarkan, calon posisi KONI DKI Jakarta bisa mendaftar mulai 15 Januari hingga 15 Februari 2022 pukul 17.00 WIB.

“Paling tidak calon presiden KONI DKI Jakarta yang mendapat skor mendapat dukungan dari 9 cabang olahraga. Begitu juga dengan pengurus KONI atau dari salah satu cabang olahraga di DKI Jakarta,” jelas Hengkei Selatang di Jakarta, Selasa (11/11). /1/2022).

Dia mengatakan setiap cabang olahraga hanya bisa mendukung satu calon, bukan suara ganda. Bahkan dukungan yang telah diberikan tidak dapat dibatalkan atau diubah lagi.

Pada 19-27 Februari, TPP akan menerima formulir yang diisi oleh calon presiden. Setelah itu, TPP akan memberikan informasi tentang calon Ketua Umum apakah memenuhi semua persyaratan atau tidak pada 28 Februari nanti,” jelas Hengke yang juga Kepala Pemerintahan Provinsi Bertina.

Menurut dia, TPP akan melakukan uji publik terhadap calon Presiden Umum KONI DKI yang telah memenuhi persyaratan pada 5 Maret mendatang. Bahkan, TPP memberikan kesempatan kepada setiap calon untuk berkampanye, dan menyampaikan visi dan pesannya saat menjadi Presiden KONI DKI Jakarta nanti.

“Dalam upaya mendorong seluruh calon presiden KONI DKI Jakarta, TPP memberikan kesempatan kampanye selama 20 hari mulai 6 Maret hingga 26 Maret,” kata Hengky.

Menurutnya, semua persyaratan yang dibuat TPP adalah calon harus berkomitmen untuk meningkatkan prestasi atlet DKI Jakarta yang menghadapi PON XXI di Aceh dan Sumsel pada 2024. “Karena prestasi di PON adalah preseden atlet DKI Jakarta. untuk mencapai prestasi di Mediterranean Games dan Games Asian and Olympic Games”.

Melalui pertimbangan inilah persyaratan ketat muncul. Bahkan calon presiden KONI DKI harus berasal dari administrasi Pengprov dan KONI itu sendiri. Dengan syarat tersebut, perlu juga menghindari pihak luar yang tidak mengenal karakter dan meningkatkan prestasi atlet DKI menuju kancah nasional dan internasional. (Warsawa)