Eka Proud IM Medina Aulia Wanita terbaik ke-2 di Barcelona


Jakarta (Suara Karya): Dewan Pembina PB Percasi Eka Putra Wirya bangga Tim Pembina Catur Indonesia (8 putra, 8 putri) tampil sempurna dalam International Chess Championship di Sunway Sitges Chess Festival ke-8 di Barcelona, ​​​​​Spanyol yang berakhir Jumat (24/12/2021)) malam.

Bahkan pada pertandingan terakhir, IM Gilbert Elroy Tarigan menjadi pecatur Indonesia dengan peringkat tertinggi, peringkat 5-14 dengan 7,5 poin.

GM Dmitrij Kollars (2622) dari Jerman, GM Nodirbek Abdusattorov (2633) Uzbekistan (2633), GM Ivan Cheparinov (2664 (Bulgaria), GM Abimanyu Puranik (IND 2604) berada di peringkat 1-4 dengan 8 poin dan ditempati oleh GM Dmitrij Kollars (2622) dari Jerman.

“Untuk pecatur putri yang bertanding dengan putra, juaranya diraih oleh IM Nurgyul Salimova (2353) Bulgaria. Sedangkan pecatur Indonesia IM Medina Warda Yulia (2367) menempati posisi kedua.”

Keduanya sama-sama meraih 6 poin, babak pertama imbang 55 poin, hanya di babak kedua kota ini kalah setengah poin, 58,5 menjadi 58. Dari total 280 peserta yang berasal dari 45 negara, ada 54 pecatur putri termasuk pecatur putri. General Manager Juara Dunia Wanita 2004-2006 Antoaneta Stefanova (2.475) yang mundur di ronde ke-10 karena hanya mengumpulkan 4,5 poin.

Di ronde kesembilan, Lisa kembali merebut setengah poin oleh Simon Knudsen (2171) Jerman. Ternyata rata-rata rating lawannya menjadi 2.334 setelah sembilan ronde. Laysa hanya membutuhkan 3,5 poin untuk mendapatkan Norma WIM pertamanya yang juga dikenal sebagai tambahan setengah poin.

Lisa, yang juga adik Amy Visbelullah, memenangkan hadiah kedua Norma di WGM di tempat yang sama, dan dia sudah sangat berbakat tetapi kurang pengalaman. Jadi pengalaman Barcelona dari 8 pecatur putra dan 8 pecatur wanita asal Indonesia sangat bermanfaat.

“Kami berterima kasih kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga yang telah mengizinkan Pelatnas dan pengalaman ini berhasil. Maju terus catur Indonesia. Catur ya, Indonesia Jaya.”

Tampilnya Juara Catur Dunia di turnamen tersebut bisa dijadikan sebagai metode rigging bagi atlet Indonesia yang sedang dipersiapkan dalam pilatnas. Eka mengatakan, dengan pengalaman bertanding yang cukup, bisa dijadikan sebagai persiapan SEA Games 2022 yang akan digelar di Vietnam. (Warsawa)