Atlet SOIna DKI Jakarta Antusias Mendapatkan Konsultasi Kebugaran Melalui Webinar Dari Dosen FIK UNJ


Jakarta (Suara Karya): Dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bangga dapat memberikan penyuluhan kebugaran bagi atlet disabilitas intelektual melalui Seminar Pengabdian Masyarakat (PKM) Online pada tahun 2021.

“Saat mengikuti penyuluhan kebugaran melalui webinar, antusiasme para atlet olimpiade khusus Indonesia dengan disabilitas intelektual dan orang tuanya sangat heboh. Hal ini juga membuat para dosen merasa senang dan bangga.”

Slamet mengatakan kegiatan seperti itu harus dilakukan secara rutin. Diharapkan di masa pandemi COVID-19, atlet penyandang disabilitas tetap memiliki semangat berolahraga untuk menjaga kesehatan fisiknya.

Harapan yang diungkapkan
Anggota Dewan Pakar Nasional KORMI Dr. Iskandar Adisapoetra, MA saat memberikan penjelasan pada webinar PKM UNJ untuk Atlet Penyandang Disabilitas yang dihadiri oleh orang tua mahasiswa serta mahasiswa UNJ yang diselenggarakan pada tanggal 30 Oktober 2021.

Demikian kata Slamet, imbauan Presiden Umum SOIna DKI Jakarta, Musa Mostara. “Kegiatan pengabdian kepada masyarakat harus dilakukan secara berkesinambungan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat dan anak-anak penyandang disabilitas. Melalui kegiatan seperti inilah mereka tetap aktif meski di masa pandemi COVID-19,” ujarnya.

Slamet melanjutkan, kegiatan PKM seperti ini tidak hanya memberikan keceriaan bagi atlet dan orang tua siswa. Namun juga memberikan masukan kepada masyarakat dan mahasiswa yang belajar di FIK UNJ pada khususnya.

Pada dasarnya pelaksanaan PKM yang diadakan melalui webinar oleh dosen FIK UNJ memberikan nuansa baru bagi para atlet difabel untuk melaksanakan kegiatan tersebut. Dengan begitu, mereka tidak akan bosan di rumah selama pandemi COVID-19.

Slamet berharap kegiatan yang mendapat respon dari para orang tua dan ketua umum Pengprov SoIna DKI Jakarta Mustara Musa ini dapat dilakukan secara rutin. Diharapkan para atlet SOIna bisa berkreasi dan tetap sehat dan bugar. (Warsawa)

Bangga dengan Masyarakat di PBB, Ilham Ahmed Termoudzi Raih Medali Emas di Piparnas, Papua 2021


kamuAkarta (Suara Karya): Warga Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bangga dengan raihan medali emas Ilham Ahmad Termodzi saat tampil dalam renang pada Pekan 16 Paralimpiade (Paparnas) 2021 di Papua.

Hal itu terjadi saat Ilham Ahmet Termoudzi yang membela DKI berlaga di kelas S15 gaya bebas 100m putra dengan catatan waktu 57,85 detik. Juara II diraih I Ketut Widiadana (Bali) 1: 03.96dtk dan Juara III Andika Nurkahya (Jawa Barat) 1:05.85dtk.

“Saya bangga Ilham Ahmet Termoudzi mahasiswa FIK UNJ berhasil menjuarai Pekan Paralimpiade Nasional Papua XVI/2021. Melalui prestasinya, beliau membawa inspirasi tidak hanya untuk nama baik DKI tetapi juga nama baik UNU di ajang multinasional”, ujar Wakil Rektor III UNU Bidang Kemahasiswaan, Dr. Abdul-Sager S.Pd., M.Si di Jakarta, Selasa (9/11/2021).

Abdel-Saqer mengatakan, meski Ilham masuk dalam daftar atlet bisu tuli, prestasinya tak kalah dengan atlet biasa. Prestasi yang ditorehkan tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga mencapai tingkat internasional.

Semua ini dicapai melalui ketekunan dalam melakukan latihan. Seorang pahlawan tidak dilahirkan dengan sendirinya, tetapi harus berjuang, melatih dan melatih. Semua yang dilakukan Ilham di dunia renang. Bahkan tidak suam-suam kuku setiap minggu satu istirahat, dan sisanya dilakukan.

Melalui kegigihan dan semangatnya, Elham kembali merebut tampuk juara di sejumlah pool spesialis di pool nasional dan internasional.

Menurut catatan, perenang kelahiran Bogor, 9 Juli 1998 itu, meraih sejumlah medali. Mulai dari regional hingga internasional, antara lain: Asian Pacific Deaf Games ke-7 2012 di Seoul, Korea Selatan dengan 2 medali emas dan 1 perak, Kejuaraan Renang Danang ke-35 untuk Kelas Kehidupan Laut di Vietnam pada Juni 2011 dan meraih medali perak dalam kategori Gaya dada 50 meter.

Begitu juga pada Asian Age Group Swimming Championships (AASF) ke-7 di Jakarta, Oktober 2011 lalu, ia berhasil meraih medali emas, perak, dan perunggu. Sementara itu di turnamen internasional, Elham memulai debutnya di Kejuaraan Renang Antarklub ke-9 di Jambi, 2011. Di turnamen ini, Elham mampu mengumpulkan 10 medali! Empat medali emas, lima medali perak, dan satu medali perunggu untuk kategori berbeda. (Warsawa)

Temu Bisnis KONI Jakarta, Kunci Menemukan Pemimpin Baru dan Menyelenggarakan Musyorda Tepat Waktu


Jakarta (Suara Karya): Rapat bisnis KONI (Raker) DKI Jakarta yang akan digelar pada 14-15 Desember 2021 di Grand Cempaka Cipayung Resort, Jawa Barat, menjadi penilaian kunci kegagalan DKI Jakarta di PON XX Papua 2021 dan menargetkan juara umum dalam Pekan Olahraga di Sumatera Utara dan Aceh tahun 2024.

DKI Jakarta gagal mengejar juara umum dua kali berturut-turut di ajang olahraga nasional 2016 di Jawa Barat dan 2021 di Papua. Semua ini tentu menjadi pekerjaan rumah manajemen, khususnya presiden KONI DKI, Laksma TNI (purn) Djamhuron P Wibowo, SE. yang masa jabatannya akan berakhir pada bulan Desember 2021 setelah diperpanjang satu tahun sejak tahun 2020.

Pasalnya, sebelum mengikutsertakan para pemainnya di 38 cabang olahraga yang diikutsertakan dalam PON XX, Direksi memberikan prediksi perebutan medali emas, perak, dan perunggu untuk kembali mengejar juara umum.

Namun, banyak dari prediksi medali yang dibuat dan disebutkan di setiap pertemuan tidak mencapai tujuan. Bahkan tampaknya DKI telah ditinggalkan sangat penting oleh saingannya yang kuat, Jawa Barat. Meski mampu menjinakkan skuat Jatim, mereka menempati posisi kedua.

Sedangkan Jawa Timur pada tahun 2016 menempati posisi kedua, sedangkan prestasi mereka di Papua turun ke posisi ketiga. Hal ini patut diapresiasi atas kemampuan satuan DKI mengambil alih posisi Jawa Timur di posisi kedua saat tampil di Papua 2021.

Namun, komunitas olahraga DKI Jakarta masih tidak terima dan ingin skuad Jakarta kembali membuat perbedaan dengan meniru kesuksesan mereka menjadi juara umum di PON XX Papua.

Keinginan dan harapan masyarakat DKI Jakarta agar skuadnya tampil sebagai juara umum di PON memiliki pertimbangan dan alasan yang kuat. Dengan fasilitas yang memadai dan ditunjang dengan biaya persiapan dan pemberangkatan PON Papua yang sangat besar dibandingkan daerah lain di Indonesia, sudah sepatutnya tampil sebagai juara umum bukan hanya janji, tapi perlu bukti.

Harapan tampaknya menuai kekecewaan mendalam di benak publik. Untuk itu, Temu Bisnis KONI Jakarta memerlukan evaluasi yang mendalam, dengan harapan dapat merebut kembali turnamen keseluruhan pada PON 2024 di Sumut dan Aceh yang waktu persiapannya relatif ketat dibandingkan Papua.

Bahkan selain mengevaluasi hasil PON XX Papua 2021 dan merencanakan kekuatan atlet dan atlet untuk event multinasional di Sumut dan Aceh 2024, rapat bisnis KONI DKI Jakarta tentunya membahas penyaringan dan seleksi tim ketua KONI DKI Jakarta. Musyorda DKI Jakarta.

Bumerang

Musyorda KONI Jakarta seharusnya digelar cepat. dengan harapan
Persiapan PON XXI di Sumut dan Aceh pun cepat dilancarkan dengan penyerahan dana pembinaan yang sigap dan tidak terlambat hingga Maret 2022.

Jika dana latihan terlambat diserahkan kepada Pemprov DKI Jakarta, dikhawatirkan persiapan pembinaan para atlet jelang PON XXI di Sumut dan Aceh 2024 juga akan goyah. Hal ini tentu menjadi bumerang dalam mengejar target juara umum PON XXI, jika Musyorda KONI DKI Jakarta tidak segera digelar.

Kalangan olahraga di DKI Jakarta tentu tak ingin menelan pil pahit lagi melihat para atletnya kalah dari lawan-lawan asal Jawa Barat, Jawa Timur, dan daerah lain yang sudah melakukan persiapan sejak dini menjelang PON XXI seperti tuan rumah PON Utara. Sumatera dan Aceh tentunya.

Jika kegagalan semata-mata disebabkan oleh benturan nonteknis, seperti penundaan Pelatda karena menunggu pemilihan presiden dan pembentukan direksi KONI DKI Jakarta, maka warga DKI Jakarta akan jauh lebih parah. Bahkan, dia tidak lagi bersimpati dengan latihan olahraga yang menghabiskan banyak biaya, tetapi hasilnya tidak bisa diharapkan dengan juara umum pada PON XXI di Sumut dan Aceh.

Saat tampil di PON Papua 2021, DKI Jakarta menempati posisi kedua dengan raihan 111 poin emas, 91 perak, dan 99 perunggu. Bahkan DKI Jakarta tertahan di peringkat ketiga, meski akhirnya berhasil menyalip Jawa Timur (Jatim).

Jawa Timur menempati posisi ketiga dengan raihan 110 emas, 89 perak, dan 88 perunggu. Di bawah Jawa Timur adalah unit tuan rumah, Papua. Papua berada di urutan keempat dengan 93 emas, 66 perak, dan 102 perunggu.

Sementara itu, skuat Jabar yang tak mampu mengejar ketertinggalan dari satuan lainnya hingga penutupan PON XX Papua 2021 pada Jumat (15/10/2021), berhasil mengumpulkan 133 emas, 105 perak, dan 115 perunggu serta tampil sebagai juara. juara umum untuk kedua kalinya berturut-turut. .

Keberhasilan Jabar memimpin klasemen perolehan medali PON Papua 2021 tak lepas dari dominasi yang mereka tunjukkan di berbagai cabang olahraga.

Berdasarkan pemberitaan dari pusat berita PON Papua, InfoPublik.id, Jawa Barat mampu mendominasi 15 cabang olahraga yang dipertandingkan, yakni kano, kayak, kayak tradisional, taekwondo, dan karate.

Selain itu, mereka menguasai hoki indoor, voli indoor, powerlifting, powerlifting, bulu tangkis, panahan, catur, olahraga terbang, pencak silat, dan atletik.

Perolehan medali emas terbanyak berasal dari cabang olahraga atletik, menembak (11 buah) dan angkat besi (8).

Kekejaman para atlet dari cabang yang mendominasi emas Jawa Barat ini harus diantisipasi dan dipelajari jauh sebelum mereka mengirimkan atletnya untuk tampil di PON XXI Sumut dan Aceh pada 2024.

Namun, jika persiapan atlet DKI Jakarta 2024 tertunda karena faktor non teknis, sangat disayangkan. Sekali lagi, Museum Musik Jakarta harus diadakan di tempat. Harapannya, akan ada pemimpin-pemimpin yang mampu mendorong dan meningkatkan prestasi para atlet menuju PON XXI nanti pada 2024 nanti. (Warsawa)

Ketua KONI DKI habis Desember 2021, Musyorda harus tepat waktu


Jakarta (Suara Karya): Awal Desember 2021, masa jabatan Laksamana TNI (Purn) Djamhuron P Wibowo, SE. Jabatan Ketua KONI DKI Jakarta telah berakhir. Kegagalan meraih juara umum pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua XX saja tidak bisa ditolerir.

Dalam tubuh KONI DKI Jakarta, terdapat beberapa jenjang kepengurusan di dalamnya, antara lain Wakil Presiden, Sehari-hari, Bimpres dan Direksi. Hal ini membuat komunitas olahraga berharap tidak hanya pemimpin yang diganti dari posisinya, tetapi direksi juga harus turun.

Roda KONI DKI diharapkan bisa diisi oleh tokoh-tokoh yang layak memajukan prestasi olahraga di ibu kota Jakarta. Tinggal beberapa hari lagi KONI Jakarta dilantik, komunitas olahraga mendesak segera diadakannya Musyorda KONI DKI Jakarta.

Pasalnya, jika ditunda dengan berbagai alasan, seperti persiapan tanggung jawab pada masa pendudukan KONI DKI dan pengiriman unit ke PON XX Papua tidak selesai, dikhawatirkan akan muncul persoalan kontradiktif.

Dengan pertimbangan tersebut, komunitas olahraga DKI mendesak KONI DKI Jakarta agar Musyorda tepat waktu. Mengingat persiapan PON XXI di Sumut dan Aceh, waktunya relatif singkat. Apalagi waktu pelaksanaan PON semakin maju karena bertepatan dengan jadwal Pilkada dan Pilpres yang akan berlangsung serentak pada tahun 2024.

Mengingat waktu persiapan PON XXI di Sumut dan Aceh yang sangat singkat, sudah sepatutnya Musyorda bisa dilaksanakan tepat waktu, maksimal Januari 2022.

Kegagalan meraih juara umum dua kali pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Jabar 2016 dan Papua 2021 masing-masing bagi satuan DKI Jakarta tentu meninggalkan kenangan yang sangat pahit dan menyakitkan bagi insan olahraga di Ibu Kota Jakarta.

Secara umum, komunitas olahraga di DKI Jakarta berharap dapat meremajakan jajaran direksi, tidak hanya kepemimpinan atau ketua dewan KONI. Saat KONI gagal mempertahankan juara umum PON 2016, Ketua KONI DKI digantikan Djamhuron, sedangkan Direksi tetap tabah dan hasilnya sama pada PON XX Papua tahun 2021.

Kasus ini menjadi tanda tanya dan harus dievaluasi secara ekstensif. Namun, pada kenyataannya, dengan kepemimpinan yang kurang solid, ia tidak mampu menjawab alasan kegagalannya.

Bahkan KONI DKI Jakarta seolah mencari-cari alasan atau membela diri dengan mengatakan perolehan medali lebih baik dari tahun sebelumnya. Meski yang kalah tetaplah pecundang, ia tidak mencari jawaban yang tidak memuaskan hati masyarakat Jakarta.

Semoga dengan kepengurusan baru dan kepemimpinan baru KONI mampu menjawab tantangan membawa DKI Jakarta kembali tampil sebagai juara umum PON XXI di Sumut dan Aceh. (Warsawa)

Popov Brothers Tantang Ehsan/Hendra di Bali


Jakarta (Suara Karya): Pasangan ganda Prancis, Christo Popov/Toma Junior Popov, saat ini bersiap untuk menantang Muhammad Ahsan/Hendra Setiawan di Daihatsu Indonesia Masters 2021.

Pertemuan perdana kedua di acara Brother and Sister disiapkan melalui latihan keras untuk penampilan yang optimal dalam acara dengan total hadiah $60,000 USD.

Menurut Christo Popov, ia kini sudah beradaptasi dengan bidang yang digunakan. Sampai saat ini, adik dari Toma Jr. Popov ini mengaku paham dengan karakteristik lawan dan lapangannya. Mereka mengaku siap bertanding di Bali International Convention Center dan The Westin Resort, Nusa Dua, Bali, mulai 16-21 November 2021.

“Kondisi kami saat ini baik-baik saja, kami bisa berlatih. Kami sudah mencoba lapangan dan latihan. Sejauh ini persiapan kami lebih baik,” kata Christo Popov.

Di Daihatsu Indonesia Masters 2021, duet Christo Popov/Toma Jr. Popov akan langsung menantang aktor pembawa acara, Muhammad Ahsan/Hendra Setiawan sebagai yang ke-32.

Disinggung soal persiapan duet menjelang pertandingan, duo peringkat 30 dunia itu mengaku sudah mempersiapkan diri dengan baik. Secara teknis dan mental untuk menghadapi pertandingan.

“Kami tidak cukup berlatih, kami hanya berlatih selama satu atau dua jam sehari, mungkin itu tidak cukup,” kata Christo Popov.

“Tapi kami penuh dengan latihan kebugaran dan sejauh ini persiapan pertandingan berjalan baik,” tambah Christo Popov.

Pertemuan Christo Popov/Toma Jr. Popov dengan Muhammad Ahsan/Hendra Setiawan di Daihatsu Indonesia Master 2021 merupakan pertemuan pertama pasangan ini. (Warsawa)

Ahsan/Hendra dan 17 wakil Indonesia lainnya akan tampil di Indonesia Open 2021


Jakarta (Saura Kariya): Suami saya laki-laki Muhammad Ehsan/Hendra Setiawan bersama 17 wakil Indonesia lainnya mengikuti ajang bulu tangkis Indonesia Open 2021 di Bali International Convention Center, Nusa Dua, Bali.

Pemain yang akan tampil pada hari kedua putaran pertama turnamen dengan total hadiah uang $850.000 antara lain sektor ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Ryan Ardianto, Leo Rulli Carnando/Daniel Marthen, Saber Kariaman. Gautama/Mo Reza Pahlevi-Isfahani, dan Muhammad Shahabil Fikri/Bagas Maulana.

Selain itu, Banger Aji Celuka Dadiara/Brian Sydney Elohim, Pramodya Kusumawardana/Jeremiah Eric Yosh Jacob Rampetan dan Muhammed Ahsan/Hendra Setiawan juga ada di atas ring.

Dari tunggal putra, pembawa acara utama seperti Anthony Senesuka Genting, Jonathan Christie, Chico Ora Doi Wardoyo, Henriko Khoo Wibowo dan Tommy Sugiarto akan tampil.

Untuk sektor ganda campuran, Praveen Jordan/Milati Diva Octaviante, Renov Rivaldi/Betha Haningyas Mentari, Rehan Nouval Kucharjanto/Lisa Ayo Kusumawati dan Hafez Faisal/Gloria Emmanuel Wijaga siap unjuk kekuatan.

Sedangkan untuk pasangan putri dan bujangan ada Melanie Mamahit / Triola Nadia dan Veteriani.

Laga pembuka wakil Indonesia lainnya akan disuguhkan partai Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani melawan pasangannya Muhammad Shahibel Fikri/Bajas Maulana.

Pertandingan lainnya juga mempertemukan sesama aktor Indonesia di sektor ganda putra. Antara Leo Rolly Carnando/Daniel Marthen dan Fajr Alfian/Muhammad Ryan Ardianto.

Unggulan kedua ganda putra, Hendra Setiawan/Mohamed Ahsan, akan menghadapi juara Indonesia Masters 2021, Takuru Hokkii/Yugo Kobayashi dari Jepang.

Ajang ini sempat menjadi ulasan bagi pasangan berjuluk The Daddies itu setelah tersingkir di babak 16 besar ganda putra Jepang di ajang sebelumnya.

Di sektor tunggal putra, peraih medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020, Anthony Genting akan menghadapi Christo Popov (Prancis). Sedangkan Jonathan Christie akan menghadapi Darren Liu (Malaysia).

Untuk ganda campuran, ia akan menghadapi Jordan/Milati Yujiro Nishikawa/Saori Ozaki dari Jepang.

Jadwal lengkap perwakilan Merah Putih SimInvrst Indonesia Open 2021, Rabu (24/11):
bidang 1:
Ganda Putri: Melanie Mamahit / Triola Nadia vs Vivian Ho / Lim Chew Sen (Malaysia)
Ganda Putra: Muhammad Ahsan/Hendra Setiawan – Takuru Hockey/Yugo Kobayashi (Jepang)
Tunggal Putra: Anthony Sinisuka Genting – Christo Popov (Prancis)
Ganda Putra: Pramudia Kusumawardana / Jeremiah Eric Josh Jacob Rampetan – Ben Lane / Sean Fendi (Inggris)

Ganda Putra: Renov Rivaldi / Betha Henningtias Mintari vs. Matthias Christiansen / Alexandra Pogue (Denmark)
bidang 2:
Ganda Putra: Patience Kariaman Gautama / Moh Reza Pahlevi Esfahani vs. Mohammad Shahabil Fikri / Bagas Maulana
Tunggal Putri: Vetriani vs. Asuka Takahashi (Jepang)
Ganda Putra: Leo Rolly Carnando/Daniel Marthen vs Fajar Alfian/Muhammed Ryan Ardianto
Ganda Putra: Banger Aji Celuka Dadiara / Brian Sydney Elohim – Mahiro Kaneko / Yunosuke Kubota (Jepang)
Tunggal Putra: Jonathan Christie – Darren Liu (Malaysia)
Ganda Campuran: Pravin Jordan/Milati Daiva Octavianti vs Yujiro Nishikawa/Saori Ozaki (Jepang)
Tunggal Putra: Tommy Sugiarto vs Wang Tzu Wei (Tionghoa Taipei)
Ganda Campuran: Rihan Nouval Kucharganto / Lisa Ayo Kusumawati vs. Chang Tak-cheng / NJ Wing-young (Hong Kong)

Hafez Faisal / Gloria Emmanuel Wijaga – Oliver Lydon-Davis / Annona Buck (Selandia Baru)
bidang 3:

Tunggal Putra: Chico Ora Doi Wardoyo vs Henrico Khoo Wibou.

Marcus/Kevin Kalahkan Perwakilan Ginseng Qatar di Indonesia Open 2021


Jakarta (Suara Karya): Marcos Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamolejo mendapatkan tiket ke perempat final Badminton Indonesia Open 2021. Mereka mendapatkan tiket tersebut setelah mengalahkan wakil negeri ginseng, Choi Solgyu/Kim Wonho.

Bertanding di Bali International Convention Center dan The Westin Resort, Nusa Dua, Kamis (25/11), Marcus/Kevin mengalahkan Choi/Kim 12-21, 21-19, 21-18 dalam pertarungan selama 60 menit.

Usai pertandingan, duo berjuluk The Minions ini mengaku bersyukur bisa mendapatkan cast dari Negeri Ginseng. Mereka juga melaju ke perempat final.

Dalam pertandingan kejuaraan yang memperebutkan total hadiah $850.000 ini, Marcus mengaku lelah karena harus melakoni tiga pertandingan melawan duo asal Korea Selatan itu.

“Alhamdulillah hari ini kita bisa menang, dan kita masih dapat kemenangan. Lawan juga bermain keras, mereka bermain sangat baik, hari ini kita sedikit lelah sehingga energi sedikit berkurang. Saya bersyukur bahwa Saya bisa melanjutkan ke babak selanjutnya,” kata Marcus usai pertandingan.

Senada dengan Marcus, Kevin juga bersyukur bisa memenangkan pertandingan tanpa melukai siapa pun.

Meski masih terikat dengan jadwal yang padat dan melelahkan, para pemenang Asian Games 2018 ini membuktikan bahwa di laga ini mereka mempersiapkan pertandingan dengan seminimal mungkin.

“Sedikit lebih baik ya (bisa libur sehari). Itu saja tidak cukup, ada berapa kejuaraan? Ketujuh, keenam atau ketujuh. Ya, saya pasti lelah secara mental dan fisik,” kata Kevin.

“Karena kami benar-benar bermain dengan sisa energi dan menang pada akhirnya, ya tentu kami senang, kami masih bisa melewati pertandingan hari ini,” kata Kevin.

Kemenangan ini mengantarkan Marcus/Kevin ke perempat final dan akan berhadapan dengan Aung Yoo Sen/Tew Yei. Duo Malaysia lolos ke Babak Delapan setelah menyingkirkan rekan senegaranya Arun Chea/Suh Wuyik 21-14, 21-17.

Pasangan ini akan bertemu kembali setelah terakhir bertemu di semifinal Indonesia Masters Championships 2021.
Pada pertemuan terakhir, Marcus/Kevin menang dalam tiga pertandingan dengan skor 18-21, 21-17, 21-11 atas Ong Yew Sin/Teo Ee Yi. (Warsawa)

Grecia/Abriani Tertunda di Final Indonesia Open 2021


Jakarta (Suara Karya): Ganda putri andalan tuan rumah Grecia Polly/Abriyani Rahayu mundur di babak final Badminton Open Indonesia 2021. Juara Olimpiade Tokyo 2020 itu takluk dari duo Jepang Nami Matsuyama/Chiharu Shida 19- 21, 19-21 dalam waktu singkat 64 menit di Bali International Convention Center dan The Westin Resort, Nusa Dua, Bali, Minggu (28/11).

Sebagai runner-up, Greysia/Apriyani berhak atas hadiah uang sebesar US$29.750. Pasangan ganda Jepang mendapat 62900 USD.

“Saya siap menerima kekalahan ini. Kalaupun bisa menang di sini, itu bonus buat saya,” kata Grecia usai pertandingan.

Menurutnya, segala upaya dilakukan untuk mencari kelemahan dan keluar dari stres akibat perjalanan jauh yang melelahkan. “Mereka jarang melakukan kesalahan dan bermain konsisten,” komentar Apriyani saat dibebaskan.

Namun, baik Greysia maupun Apriyani mengakui kekuatan duo Jepang yang pantang menyerah. Aktor dari Prefektur Sakura ini sebenarnya sedang dalam performa terbaiknya.

“Kami sedang mencari titik lemah mereka, dia mencoba membuka pertahanan dengan menyerang. Tapi para pemain Jepang tidak pernah menyerah dan mereka sabar dan bisa berdiri di balapan reli panjang.”

Lebih lanjut, Greysia mengaku senang bisa melewati pekan ini dengan baik. Baginya, bukan karena takut kalah, melainkan cedera yang pasti bisa mengganggu performa di turnamen-turnamen selanjutnya.

“Sebagai seorang atlet, ini bukan tentang menang atau kalah, ini tentang bersaing dengan aman. Frustasi bukan masalah besar, asalkan bisa tampil maksimal di setiap pertandingan,” kata Gracia.

Saat ditanya soal bertanding di BWF World Tour Finals pekan depan, Greysia dan Apriyani menegaskan akan istirahat dulu untuk memulihkan stamina dan kewarasan.

“Masih ada beberapa hari lagi. Kami ingin istirahat sebentar, agar bisa tampil lagi di World Tour Finals,” kata Abriani.

“Kami belajar dari pertandingan hari ini untuk turnamen itu. Kami harus mempersiapkan mental dan fisik secara optimal.” (Warsawa)

Marcus/Kevin Juara Indonesia Open 2021


Jakarta (Suara Karya): Ganda putra utama tuan rumah, Marcos Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo berhasil membalas dendam kepada wakil Jepang, Takuru Hokki/Yugo Kobayashi. The Minions akhirnya menjadi juara setelah berhasil menjadi juara di ajang SimInvest Indonesia Open 2021 Badminton Tournament.

Bertanding di Bali International Convention Center dan The Westin Resort, Nusa Dua, Minggu (28/11), Marcus/Kevin (Minion) menang 21-14, 21-18 atas Hockey/Kobayashi dalam waktu 38 menit.

Kemenangan ini juga akan membuahkan hasil bagi Hockey/Kobayashi. Keberhasilan ini juga sekaligus sebagai jawaban atas kekalahan lawan yang sama di final Indonesia Masters pekan lalu.

Usai pertandingan, duet berjuluk The Minions itu mengaku bersyukur usai menjuarai Indonesia Open 2021. Keduanya mengaku bisa memenangkan pertandingan ini setelah mendapat penilaian dari pelatih usai kalah dari wakil Jepang, Minggu lalu.

“Pertama-tama, saya sangat bersyukur kepada Tuhan bahwa saya dapat melewati hari dengan baik dan pertandingan berjalan lancar. Hari ini mereka bermain kurang lebih sama seperti minggu lalu, tetapi kami belajar banyak dan berharap dari minggu lalu, ” kata Kevin.

Senada dengan Kevin, Marcus juga mengatakan bahwa dalam pertandingan ini, mereka sama-sama tahu seperti apa permainan lawan. Tak heran jika mereka mampu mengantisipasi setiap serangan yang dilakukan duo Jepang peringkat dunia itu dengan sangat baik.

Kunci kemenangannya harus belajar dari kekalahan pekan lalu. lama tidak bertemu. Selama pandemi ini, kita sudah lama tidak bertemu, tetapi perubahannya sangat banyak. Dari kesalahan kemarin, kami mengevaluasi dan memperbaiki bentuk permainan,” kata Marcus.

Meski menang, Marcus/Kevin tetap memuji Hockey/Kobayashi yang bermain sangat baik di final acara ini dengan total hadiah $850.000 USD.

“Permainan mereka kurang lebih sama. Sama kuat dan tidak mudah mati serta memiliki serangan yang bagus. Tapi kali ini kami lebih siap dari awal,” kata Kevin.

Kemenangan ini menjadikan The Minions sebagai juara Indonesia Open ketiga berturut-turut sejak 2018.
Meski mencetak rekor, keduanya mengaku tak menyangka bisa meraih hasil seperti itu. Mereka berdua hanya ingin fokus di setiap pertandingan untuk berusaha mendapatkan hasil terbaik.

“Jelas bagus untuk mendapatkan hat-trick, tapi kami tidak memikirkan itu. Yang penting adalah melakukan yang terbaik dan mendapatkan hasil maksimal di setiap pertandingan.”

Berkat kemenangan ini, pasangan suami istri Marcus/Kevin layak mendapatkan hadiah uang sebesar $62.900 USD. Duo hoki/Kobayashi yang menjadi runner-up mendapatkan hadiah sebesar $29.750. (Warsawa)

Utamakan kesehatan, pebulu tangkis Indonesia batal tampil di kejuaraan dunia


Jakarta (Suara Karya): Pebulu tangkis Indonesia batal tampil di Kejuaraan Dunia, meski sebelumnya menyayangkan keputusan PP PBSI yang mundur dari keikutsertaannya di ajang bergengsi 2021 itu. Mereka menyadari bahwa kesehatan dan keselamatan mereka jauh lebih penting selama pandemi COVID-19.

Keputusan ini disampaikan Ketua Umum PP PBSI, Agung Firman Sampurna, kemarin. Para pemain yang berlatih di Pusat Latihan Nasional Cipayung, Jakarta Timur, membatalkan pertandingan Kejuaraan Dunia BWF yang akan digelar di Huelva, Spanyol, pada 12-19 Desember.

Pemain ganda putra, Hendra Setiawan, mengaku awalnya menyayangkan keputusan mundur. Sebagai juara bertahan bersama Mohamed Ahsan, ia ingin menambah prestasinya dengan memperjuangkan gelar juara dunia keempat setelah 2013, 2015 dan 2019.

Namun, melihat kondisi saat ini di sejumlah negara Eropa yang terjadi lonjakan kasus Covid-19 yang pesat, pemain besar ini bisa menerima keputusan tersebut. Selain itu, penyebaran varian baru virus Covid-19 Omicron yang tidak menentu juga harus diperhitungkan.

“Saya sendiri menyukainya, karena ini adalah kejuaraan dunia. Tetapi mengingat situasinya, keputusan yang diambil telah melalui pertimbangan yang matang. Selain itu, Ehsan mengalami cedera pergelangan kaki kemarin. Saya tidak tahu seberapa parah dan berapa lama waktu yang dibutuhkan. sembuh,” kata Hendra.

Sementara itu, menurut Jonathan Christie, meski keputusan ini mengejutkan dan dipersiapkan dengan matang, namun tingginya kasus Covid-19 di sejumlah negara Eropa harus mendapat perhatian serius. Ia menilai, keputusan yang diambil pengurus induk Persatuan Bulu Tangkis Indonesia itu juga sudah tepat.

Apalagi semua itu juga seperti yang diarahkan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo saat ditemui di Nusa Dua, Bali, tahun lalu. Presiden memerintahkan para pemain untuk turut serta menjaga kesehatan dan keselamatan dari pandemi.

“Kami sudah dalam proses persiapan, tetapi peningkatan kasus baru Covid-19 baru terjadi dalam beberapa hari terakhir. Jadi saya pikir ini adalah keputusan yang tepat karena sejauh yang saya tahu varian baru ini menyebar sangat cepat. cepat, bahkan orang yang sudah memiliki antibodi pun bisa terpapar,” kata Jojo.

Rekan setimnya Anthony Senisuka Genting, pemain tunggal putra, mengaku secara teknis siap berlaga di kejuaraan dunia. Namun ada faktor non-teknis yang perlu diperhatikan, terutama terkait peningkatan mendadak kasus Covid-19 di Eropa.

Peraih medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020 itu mengatakan, masalah keselamatan dan kesehatan para pemain ini juga menjadi perhatian pelatih, pejabat, dan presiden umum PP PBSI Agung Firman Sampurna.

“Melalui diskusi dengan pemain dan pelatih lain, kami melihat risiko seperti yang terjadi di Inggris dan kemudian bisa terjadi lagi,” kata Genting.

Meski demikian, Genting meyakini masih ada sisi positif dari pengunduran diri ini. “Kami punya waktu untuk istirahat setelah kami menjalani serangkaian turnamen kemarin. Dan menatap 2022 lebih baik karena tahun depan juga akan ada banyak turnamen penting.”

Sementara itu, Muhammad Ryan Ardianto juga seorang realis. Pemain ganda putra itu mengatakan, apapun situasinya, kesehatan tetap yang utama.

“Mengingat situasi dan kondisi di Eropa sekarang, Covid mulai naik lagi, terlihat dari banyak pemain Indonesia yang enggan hengkang. Jadi lebih baik kita istirahat dulu, karena kesehatan itu nomor satu,” kata Ryan.

Pemain lain seperti Melati Daiva Octaviante mengaku kesehatan tetap menjadi prioritas. Ia pun memilih mundur karena terhindar dari risiko terpapar Covid-19.

“Saya melihat perkembangan dan situasi terkini, lalu mendengarkan arahan dan diskusi dari para pelatih, keputusan ini mungkin yang terbaik. Semua untuk menghindari risiko terpapar. Kesehatan tim adalah yang terpenting,” kata Mili , gelar pemain ganda campuran. (Warsawa)